Saya memang payah...
banyak pikiran-pikiran aneh berlompatan ketika mengetahui bahwa sahabat baik saya (yang umurnya lebih muda setahun daripada saya) bulan depan- Februari tepatnya- akan menikah.
Hal yang pertama kali saya lakukan setelah kabar itu keluar dari mulutnya adalah melongo. Sumpah...saya bahkan tidak menyangka dia akan secepat ini menikah. Bahkan dia baru memacari pria yang akan jadi suaminya ini selama 3 bulan. Apa yang ada di pikirannya saat itu?
Hal kedua yang saya lakukan adalah mengucapkan hal bodoh ini "Kamu serius?"
yah..bahkan dia sudah fitting baju untuk hari pernikahannya nanti saat memberi kabar ini pada saya. Dan bodohnya, saya masih sulit percaya sampai saat ini.
Hal ketiga yang terpikirkan adalah : saya bahagia, sekaligus sedih (Untuk pertama kalinya saya mengalami perasaan ini, 2 rasa yang bercampur aduk di dalam sini-bahkan ketika kakak perempuan saya akan menikah pun saya biasa saja, menganggap itu hal yang sangat wajar)
Alasan kenapa saya bahagia adalah karena dia sahabat saya, dia berbahagia dengan pilihannya itu...lalu kenapa saya harus tidak ikut merasakannya?
Dan alasan saya sedih adalah karena dia mendahului saya :( bukankah saya yang lebih tua?
kemudian sampai saat ini saya masih berpikir, betapa anehnya cara Tuhan untuk membuat semua ini terjadi. Rasanya betul-betul aneh. Seperti ketika pertama kali lidah saya mengecap asam.
Pertanyaan saya cuma satu : Kapan giliran saya? :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar